Ketika sekarang kamu merasa dicampakan atau dikecewakan oleh orang lain, kamu harus lihat ke belakang. Mungkin di masa lalu, kamu pernah mengecewakan atau mencampakan orang lain. Jadi, perbaiki diri dan belajarlah dari kesalahan di masa lalu. Hidup selalu terikat dengan sebab-akibat. 

Waktu dan Jarak

Semua ini tentang waktu dan jarak.

Bagaimana tidak, dengan waktu dan jarak, kamu akan tahu seberapa pentingkah orang-orang yang biasa bersamamu, kamu akan tahu rasa yang ada di hati kamu akan pudar atau semakin menguat seiring berjalannya waktu. 

Ketika kamu ditinggal pergi oleh orang yang kamu sayang, kamu akan terus memikirkan dia. Kamu harus terbiasa tanpa dia. 

Ketika kamu mengengarkan sebuah lagu, melewati jalan yang biasa dilewati bersama dia, semuanya akan mengingatkan tentang dia. Otak seakan tidak lelah membeberkan semua kenangan yang ada di dalam kotak memori. Lebih buruknya lagi, selalu ada butiran air yang membasahi pipi mendampingi permainan kenangan itu.

Kamu akan depresi, kamu akan overthinking, itu wajar. Tapi seiring berjalannya waktu dan jauhnya jarak antara kamu dengannya, kamu pasti bisa keluar dari semua itu. Karena,

Waktu dan jarak itu menyadarkan.

Ini tulisan terakhirku tentang kamu. Butuh waktu yang sangat lama untuk menyadarkan diri bahwa jarak kita sangat jauh, harus melewati beberapa provinsi dan sangat tidak mungkin bagi kita untuk bertemu lagi. Terima kasih kamu telah membuatku lebih dewasa. Aku lebih berterima kasih pada waktu dan jarak yang telah menyadarkan aku. Dengan ini aku mengibarkan bendera putih.

I’m officially giving up on you.